North College Thessaloniki

Peduli Perempuan

Berbagi untuk perempuan, investasi masa depan

 

 


Need to Translate?

  

Mitra Pelaksana

  

Events

February 2012
MonTueWedThuFriSatSun
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829
You are here

Profil

PEDULI PEREMPUAN merupakan program aksi bersama penggalangan dana dan daya (barang dan volunteer) untuk mendukung program pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Program ini diharapkan bisa membantu perempuan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya, seperti kekerasan, perdagangan perempuan (trafficking), minimnya akses terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, ekonomidan lain-lain.

Mengingat persoalan perempuan belum mendapatkan penanganan yang memadai, bahkan kasusnya cenderung meningkat, dirasakan perlu dukungan dan sumber daya yang besar dan khusus untuk mengatasi persoalan tersebut.

Sementara kegiatan filantropi (kedermawanan sosial) yang saat ini berkembang belum berkontribusi dalam membantu perempuan mendapatkan hak-haknya dan mengatasi persoalannya. Untuk itu perlu upaya untuk mengarahkan kegiatan filantropi agar bisa mendung upaya pemberdayaan perempuan.

PEDULI PEREMPUAN diluncurkan secara resmi pada tanggal 21 April 2009 oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan tokoh-tokoh perempuan diantaranya Ibu Sinta Nuriyah Gus Dur, Ibu Zumrotin, Ibu Pia Alisyahbana, Ibu Latifah Iskandar, Ibu Tini Hadad dan lain-lain.

 

TARGET

  • Anggota komunitas dan konstituen organisasi-organisasi perempuan.
  • Masyarakat umum, khususnya mereka yang memiliki concern terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi kaum perempuan.

 

PEMANFAATAN SUMBANGAN

Sumbangan yang tergalang dari program ini akan dialokasikan untuk program-program pemberdayaan perempuan, yakni:

  1. Penanganan Kekerasan terhadap perempuan/KDRT.
  2. Peningkatan akses perempuan, khususnya perempuan di keluarga tidak mampu, terhadap pendidikan melalui program beasiswa.
  3. Peningkatan akses perempuan terhadap layanan informasi kesehatan reproduksi.
  4. Pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya bagi perempuan korban kekerasan, melalui pelatihan keterampilan.
  5. Pencegahan trafficking melalui sosialisasi dan kampanye di daerah-daerah yang rawan trafficking.
  6. Penyebarluasan informasi mengenai sensifitas dan kesetaraan gender di kalangan anak muda. 

 

AKUNTABILITAS PROGRAM

Organisasi-organisasi yang menjadi pengelola program ini akan mempertanggungjawabkan dana/daya yang diterima dari donatur/mitra melalui beberapa mekanisme:

  • Mengumumkan nama-nama donatur, jumlah sumbangan dan pendayagunaannya di media, khususnya bagi penyumbang dana lewat media.
  • Mengumumkan nama-nama donatur, jumlah sumbangan dan pendayagunaannya di website/blog program www.peduliperempuan.org dan website masing-masing organisasi yang menjadi pengelola program.
  •  Menerbitkan laporan akhir program dan keuangan yang dikirimkan kepada sponsor, donatur, mitra dan pihak-pihak yang berkepentingan.

 

PELAKSANA PROGRAM

Program ini dikelola bersama 6 organisasi yang memiliki kepedulian dan program pemberdayaan perempuan:

 

1. PUAN AMAL HAYATI

Puan Amal Hayati adalah sebuah lembaga sosial-kemanusiaan yang didirikan di Jakarta pada tanggal 3 Juli 2000 atas prakarsa bersama sejumlah kalangan akademisi, civitas pesantren, dan aktivis sosial yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan kaum perempuan, khususnya dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap mereka.

Puan adalah singkatan dari Pesantren Untuk Pemberdayaan Perempuan, sedangkan Amal Hayati mengandung makna harapan hidupku. Dengan demikian tugas yang diemban oleh Puan Amal Hayati adalah memberdayakan kaum perempuan melalui pesantren untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Strategi gerakan Puan Amal Hayati adalah dengan menjadikan pondok pesantren (ponpes) sebagai basis gerakan, mengingat peran dan pengaruh pesantren sangat besar di kalangan masyarakat. Pesantren pada hakekatnya adalah lembaga pemberdayaan, pengayoman, dan pendampingan masyarakat dan kaum lemah. Oleh karena itu potensi pesantren untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan harus dioptimalkan.

 

2. Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK)

YSIK adalah organisasi sumberdaya untuk gerakan kemanusiaan dan penegakan HAM di Indonesia. Bersama dengan organisasi–organisasi masyarakat sipil, YSIK secara konsisten mendukung berbagai upaya perjuangan HAM, keadilan gender, pemeliharaan kualitas kemanusiaan, dan mendukung inisiatif baru bagi peningkatan mutu kemanusiaan.

YSIK meyakini bahwa persoalan kemanusiaan di Indonesia tidak sekadar isu yang diusung oleh media atau organisasi kemanusiaan tertentu. Masalah tersebut, secara simultan telah menggugah kesadaran masyarakat untuk turut serta berperan aktif dalam berbagai usaha penyelesaian masalah dan perumusan aturan sebagai usaha mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih demokratis dan berkeadilan di daerah masing-masing.

YSIK dalam kerjanya, mengusahakan penggalangan dan penyaluran sumber daya yang dapat memperlancar proses organisasi masyarakat sipil merealisasikan program kerjanya.

YSIK terbuka bagi keterlibatan perorangan, institusi pemerintah, organisasi profit, untuk bersama mendukung visi kemanusiaan. Keterbukaan YSIK telah dimulai dari dukungan dana yang diberikan individu, asosiasi profesi, sumbangan sebagian laba bersih PT. Remdec.

 

3. YAYASAN MITRA INSAN TELITI (MITRA INTI)

YAYASAN MITRA INSAN TELITI atau Mitra INTI atau YMI merupakan organisasi non-profit yang didirikan pada tanggal 28 Agustus 1999, sebagai wadah bagi para peneliti berbagai macam disiplin ilmu.

Selama lebih dari delapan tahun, YMI telah terlibat dalam pemberian bantuan teknis (technical assistance) dengan tujuan program-program kesehatan reproduksi yang dijalankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan institusi pemerintah dapat termonitor dan dievaluasi secara efektif.  Selain itu juga tujuan dari bantuan teknis ini untuk meningkatkan kapasitas lembaga untuk merancang dan menjalankan strategi-strategi yang efektif sehingga pencapaian program dapat berhasil dengan baik, sebagaimana membina hubungan yang sinergis dan bekerjasama dengan beberapa institusi dengan penyebaran informasi melalui jaringan, pelayanan perpustakaan, website, materi cetak dan factsheet.

 

4. PIRAC

PIRAC adalah organisasi sumber daya nirlaba dan independen yang memberikan pelayanan dalam bentuk penelitian, pelatihan, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia dengan dukungan pendanaan dari lembaga donor, sumbangan masyarakat, dan usaha mandiri. PIRAC berbadan hukum yayasan yang mulai aktif pada 1998.

Pirac memberikan penelitian dan studi kasus yang terfokus pada tema-tema kedermawanan sosial secara umum, penggalangan dana (fundraising), upaya pengembangan kapasitas LSM, dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility).

PIRAC melakukan advokasi untuk mengembangkan lingkungan yang kondusif bagi sektor nirlaba dan meningkatkan akuntabilitas lembaga swadaya masyarakat. 

 

5. RIFKA ANNISA

Rifka Annisa dirintis sejak tahun tahun 1992. Awalnya didirikan oleh para perempuan dan ibu rumah tangga yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi perempuan. Khususnya masalah kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan, masalah yang waktu itu tidak banyak memperhatikan. Untuk itu mereka sepakat mendirikan Yayasan Sakina di Yogyakarta.

Lewat Yayasan Sakina inilah pada tahun 1993 dilahirkan Rifka Annisa Women’s Cricis Centre, yaitu lembaga yang melaksanakan program layanan bagi perempuan korban kekerasan dan aktif melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

Di Indonesia Rifka Annisa termasuk pioner sebagai lembaga yang memberikan layanan bagi perempuan korban kekerasan (survivor), dan saat ini menjadi rujukan dan tempat belajar bagi berbagai pihak yang ingin membuka atau mengembangkan lembaga sejenis untuk bisa membantu para korban kekerasan di berbagai daerah di Indonesia. Dan Rifka Annisa juga mengembangkan layanan terpadu bersama pihak kepolisian, rumah sakit, dan pemerintah untuk bisa memberikan layanan masksimal bagi survivor di Jogjakarta.

 

6. Jurnal Perempuan

Yayasan Jurnal Perempuan (Women's Journal Foundation),  didirikan tahun 1995 dengan focus informasi, riset dan publikasi persoalan perempuan di Indonesia. Aktifitas utama menerbitkan jurnal perempuan setiap dua bulan sekali, memproduksi program radio yang disiarkan ke 191 stasion radio parner se Indonesia dan memproduksi film dengan tema-tema penguatan, advokasi hak-hak perempuan. Selain itu menerbitkan sebuat malah untuk anak muda dengan nama Change. Kegiatan lain yang secara berkala diadakan adalah pelatihan dan workshop tentang feminis dan perempuan, penerbitan buku.