Saya punya cerita yang saya harap bisa jadi renungan dan motivasi bagi siapapun yang belajar berwirausaha. Beberapa bulan lalu saya melakukan pelatihan wirausaha untuk sebuah komunitas yang sebagian besar diikuti oleh perempuan-perempuan/ibu-ibu rumah tangga. Senang rasanya kalau setiap pelatihan para peserta penuh dengan semangat. Nah waktu sesi game peluang, biasanya saya beri prolog bahwa kadang peluang itu tidak datang dua kali atau tidak seindah yang pertama.  Atau yang paling sering saat peluang datang dan singgah kita hanya bisa menjadi penonton.

Lalu saya keluarkan dari saku uang 10ribu, saya bilang saya punya uang 10 ribu, dan yang punya uang 1000 silakan ke depan. Saat kalimat itu saya ucapkan, reaksi dari peserta bermacam-macam. Ada yg mengeluarkan dompet, ada yang merogoh saku, ada beberapa yang mau maju tapi ragu-ragu. Nah saat itu ada seorang ibu yang setelah buka dompet langsung maju ke depan. Saya ambil uang seribunya dan saya serahkan uang saya yang 10ribu, lalu saya minta ibu itu duduk kembali.

Setelah ibu itu duduk lalu saya sampaikah: NAH SEPERTI ITU TADI, PELUANG…, DIA SERING DATANG TANPA DIDUGA.

Lalu saya buka dompet lagi dan keluarkan uang 50 ribuan, dan berkata: silakan ke depan yang membawa uang seribu.  Saat saya bilang siapa yang punya uang seribu.  Hampir semua peserta berlomba-lomba merogoh/membuka dompet dan berbegas kedepan, tapi saat aku ucapkan jumlahnya harus 50 buah,  langkah mereka terhenti, wah sama saja tukar itu mas kata mereka.

Nah KADANG KESEMPATAN ATAU PELUANG KEDUA TIDAK SEINDAH YANG PERTAMA…

Apa sih yang didapatkan dari game tersebut ? yah kita memang diharapkan bisa memiliki intiusi, semangat, reflek, bahkan paradigma yang positif terhadap setiap peluang yang ada.

Yang menarik lagi adalah, kami bertemu dengan para peserta pelatihan saat di pasar syawalan. Saat saya ketemu ibu yang mendapatkan 10ribu dari game peluang, saya tanya apa kegiatan beliau sekarang. Jawabannya membuat saya terharu..

Mas, terima kasih atas uangnya dulu. Selain saya telah merubah cara pikir saya, uang 10ribu dulu saya belikan kedelai 1kg, dan gula pasir, lalu saya bertekad buat susu kedelai. Setelah jadi saya bagi-bagikan semua kepada para tetangga dan meminta pendapatnya. Dan alhamdulillah mereka senang, dan bertanya apakah bisa memesan.  Saat ini tiap hari saya bisa menjual 20-25 bungkus susu kedelai mas dengan harga perbungkus 1 ribu rupiah. Subhanallah…

Kita bisa banyak belajar dari pengalaman dan apa yang dilakukan ibu tadi. Nah 10ribu yang mungkin bagi banyak orang adalah uang yang sedikit, tapi bagi sebagian orang lainnya bisa menjadi sesuatu yang berharga.

Jangan-jangan kita masih banyak menyia-saikan kesempatan, peluang, modal yang ada dan kita miliki?

Yah…marilah kita berubah mulai sekarang…

salam perubahan

Rommy Heryanto (Rifka Annisa - Jogjakarta)

6080_1192746385389_1430285295_1387884_1376258_n

Leave a Reply