Saya punya cerita yang saya harap bisa jadi renungan dan motivasi bagi siapapun yang belajar berwirausaha. Beberapa bulan lalu saya melakukan pelatihan wirausaha untuk sebuah komunitas yang sebagian besar diikuti oleh perempuan-perempuan/ibu-ibu rumah tangga. Senang rasanya kalau setiap pelatihan para peserta penuh dengan semangat. Nah waktu sesi game peluang, biasanya saya beri prolog bahwa kadang peluang itu tidak datang dua kali atau tidak seindah yang pertama. Atau yang paling sering saat peluang datang dan singgah kita hanya bisa menjadi penonton.
Hai…
Ini mungkin bisa jadi sharing bagi kita, tentang energi yang tumbuh bila paradigma kita positif. Sebaliknya, yang namanya gengsi, jabatan, dan segudang “tembok”lainnya sering tidak cukup bisa membantu kita keluar dari berbagai masalah, termasuk bagaimana kita bisa survive dari sisi ekonomi?

Ulang Tahun Rifka Annisa ke-16 : Bersama Sahabat Bekerja Dengan Hati
Salam SAHABAT.
Tanggal 24-26 Agustus 2009 Rifka Annisa melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka Ulang Tahun Rifka Annisa ke-16. Banyak kegiatan yang dilaksanakan. Tema yang diusung tahun ini adalah Bersama SAHABAT (satu hati jabat erat), Bekerja dengan Hati. Rangkaian kegiatannya adalah :
1. 24 Agustus 2009 :
a. 09.00 - 17.00 wib: Pameran Produk Perempuan
b. 12.00 - 14.00 wib : Sembako Murah bagi masyarakat sekitar (lewat girik)
c. 15.00 - 17.00 wib : Bazar Murah
d. 09.00 - 20.00 wib : Diskon 20% Perawatan wajah dan badan (di Rifka Womens Clinik)
2. 25 Agustus 2009 :
a. 09.00 - 17.00 wib : Pameran Produk Perempuan
b. 14.00 - 17.00 wib : Layanan Kesehatan Gratis (bagi masyarakat sekitar Rifka Annisa)
c. 09.00 - 20.00 wib : Diskon 20% Perawatan wajah dan badan (di Rifka Womens Clinik)
3. 26 Agustus 2009 :
a. 09.00 - 17.00 wib : Pameran Produk Perempuan
b. 14.00 - 17.00 wib : Temu keluarga besar Rifka Annisa, Pengajian, Tumpengan
4. Hingga 31 Agustus 2009: Diskon 20% Perawatan wajah dan badan (di Rifka Womens Clinik)
Momentum Ultah itu juga sebagai sosialisasi bahwa Rifka Annisa adalah sebuah lembaga yang diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya untuk Layanan bagi Perempuan Korban kekerasan dan Penghapusan kekerasan Terhadap Perempuan. Dimana sekarang Rifka Annisa mengembangkan pola pendekatan dan program secara integral. Melalui penguatan psikologis, hukum, medis, kesadaran dan advokasi, capacity building, dan ekonomi bagi program layanan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Melalui kegiatan ini juga akan dikenalkan bahwa Rifka Annisa selain memiliki Cricis Centre yang selama ini dikenal, juga memiliki Rifka Womens Klinik (yang memiliki 4 layanan: medis, hukum, psikologi, hair and body treatment), juga memiliki Butik Rifka, Rifka Womens Product, dan Program SAHABAT.
Maju terus Rifka Annisa, juga maju terus para SAHABAT yang selama ini telah setia dan terus bersama-sama Rifka Annisa. dan harapan kami juga selamat datang SAHABAT-SAHABAT yang baru.
Yuk ramaikan acara Rifka Annisa dengan datang dan memborong produk-produk buatan perempuan atau mungkin berdonasi utk kegiatan ini.
salam SAHABAT
Hai, ketemu lagi…
Oya sebelum kita banyak obrolin tentang modal, seperti janji saya pada tulisan sebelumnya, saya akan melanjutkan bahasan kita tentang paradigma. Paradigma berpikir udah kita bahas, nah sekarang mari kita renungkan paradigma kedua yang sering energinya negatif dan jadi penghalang kita untuk mau dan sukses berwirausaha, yaitu PARADIGMA BERBICARA.
Mari kita lihat bukti bahwa paradigma berbicara sering berenergi negatif saat kita mau memulai sebuah usaha, dan ini juga sangat berkaitan dengan paradigma berpikir yang masih negatif. Buktinya adalah, dalam berbagai pelatihan saat saya tanya siapa yang membawa modal saat ini diatas 100 juta, hampir semua atau kebanyakkan langsung menjawab TIDAK ADA/TIDAK PUNYA/TIDAK BAWA. Kenapa bisa begitu ? Salah satunya karena pola pikir kita sudah negatif sebelumnya, dan karena kita tdiak terbiasa untuk berbicara yang optimis. Kita buktikan bahwa saat ini kita memiliki modal yang tak ternilai, syaratnya kalau kita berfikir positif.
Halo para sahabat Peduli Perempuan, catatan kali ini berisi mengenai salah satu kegiatan Peduli Perempuan dalam mensosialisasikan program dan juga isu-isu seputar perempuan dengan cara yang menyenangkan, yaitu melalui pemutaran film. Walaupun kegiatan ini sudah dilaksanakan beberapa saat yang lalu, namun tim redaksi tetap ingin membagikan keceriaan kegiatan ini kepada para sahabat Peduli Perempuan. Berikut ceritanya, selamat menikmati…(mp)
Nonton Bareng sekaligus Menggalang Dana
Bertempat di kampus I London School Public Relation (LSPR) diadakan Fund Screening pada tanggal 23 Juni 2009. Selama empat jam, 200 lebih peserta tidak beranjak dari bangku masing-masing hingga acara berakhir. Acara diawali dengan pemutaran Film Perempuan Punya Cerita karya Nia Dinata, kemudian dilanjutkan diskusi tentang Trafficking dengan narasumber Nia Dinata dan Mariana Amirudin dari Jurnal Perempuan. Peserta yang sebahagian besar mahasiswa aktif menanggapi pernyataan narasumber mengingat trafficking dijadikan tema lomba pembuatan iklan layanan masyarakat antar mahasiswa yang diadakan LSPR. Dua narasumber memberikan perspektif berbeda kepada para civitas akademika LSPR tentang perdagangan perempuan dan anak.

Kampanye Peduli Perempuan di Atrium Senen
Kampanye dan menggalang kepedulian untuk perempuan dapat dilakukan dimana saja. Tentu saja yang diharapkan adalah tempat yang pengunjungnya ramai. Peduli Perempuan pun melakukan terobosan dengan melakukan kampanye di ruang publik komersil seperti mall. Pada 7 Mei 2009 yang lalu, Atrium Senen yang menjadi lokasi ujicoba pertama. Kesempatan kampanye ini didapat dari Sahabat Peduli perempuan - Melani Subono - yang sedang melakukan aksi panggung bekerjasama dengan Kompas Corner.
Tujuan Peduli Perempuan melalui kegiatan ini tentu saja menyebarluaskan ide program ini ke masyarakat untuk mendapat dukungan penuh dari publik. Pada kegiatan di Atrium Senen ini, dukungan dana langsung tidak dilakukan karena membutuhkan ijin khusus dari pihak pengelola mall.
Jika anda ingin mendukung program Peduli Perempuan dapat mentransfer langsung ke rekening BCA nomor 342 303 6008 atas nama YSIK atau rekening Mandiri no 123 000 530 0001 (ty)

Halo…. Salam Perubahan !
Saya sering ditanya saat ketemu rekan-rekan muda dan ibu-ibu, bagaimana sih untuk memulai usaha. Kami masih takut, ragu-ragu dan sebagainya.
Dalam kesempatan ini semoga bisa menjadi media yang baik untuk kita belajar bersama.
Kalau bicara tentang wirausaha pasti selalu saja ada sesuatu yang menarik dan tidak akan ada habisnya, kemungkinan terbesar problem kita dalam berwirausaha, yaitu pada PARADIGMA WIRAUSAHA. Apa sih yang dimaksud dengan hal tersebut? biasanya kita sudah punya bayangan yang sulit kalau mau usaha/kalau mau membesarkan usaha. Pikirannya sudah sulit,takut rugi, tidak punya modal, pasar sulit, dll. Dari pengalaman dan pengamatan saya ada empat hal dalam paradigma berwirausaha yang biasanya jadi problem usaha/pewirausaha, empat hal ini pula lah yang harus kita rubah untuk menjadi paradigma yang positif.

Pagi ini, 5 Agustus 2009 program SAHABAT dan Butik Rifka mengikuti pameran Jogja Fashion Weeks di Pagelaran Kraton Jogjakarta. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 9 Agustus 2009. Barang-barang yang akan digelar pada pameran kali ini adalah produk-produk tenun hasil kreasi ibu-ibu dampingan Rikfa dan program SAHABAT.
Bagi para penggemar hasil tenunan khas Jogja ini dapat langsung datang ke Jogja Fashion Weeks untuk dapat melihat langsung barang-barang yang digelar disana. (Rommy, PP)
